Arsip Dinamis dan Arsip Statis: Apa Bedanya?

Diterbitkan 20 Oktober 2026 · Tim SAD

Dalam dunia kearsipan, dokumen tidak dipandang sama sepanjang waktu. Nilai dan frekuensi penggunaannya berubah seiring waktu, sehingga cara pengelolaannya juga berbeda. Dua istilah yang paling sering muncul adalah arsip dinamis dan arsip statis. Pengelompokan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

Arsip dinamis

Arsip dinamis adalah arsip yang masih digunakan secara langsung untuk kegiatan sehari-hari lembaga pencipta arsip. Arsip ini dibagi menjadi dua:

  • Arsip aktif: masih sering dipakai dan disimpan di unit kerja pengolah, misalnya surat dan laporan tahun berjalan.
  • Arsip inaktif: frekuensi penggunaannya sudah menurun dan biasanya dipindahkan ke tempat penyimpanan khusus, tetapi masih mungkin dibutuhkan sewaktu-waktu.

Arsip statis

Arsip statis adalah arsip yang sudah tidak dipakai untuk kegiatan harian, tetapi memiliki nilai guna kesejarahan atau nilai penting lain sehingga disimpan secara permanen oleh lembaga kearsipan. Contohnya dokumen pendirian lembaga, naskah bersejarah, dan foto kegiatan penting.

Peran jadwal retensi

Perpindahan arsip dari aktif ke inaktif, lalu dimusnahkan atau diserahkan sebagai arsip statis, ditentukan oleh jadwal retensi arsip. Setiap jenis dokumen memiliki masa simpan yang berbeda, sehingga lembaga perlu memiliki jadwal yang jelas dan dijalankan secara konsisten.

Hubungannya dengan arsip digital

Konsep ini tetap berlaku untuk dokumen digital. File yang masih sering dipakai bisa ditempatkan di folder kerja yang mudah dijangkau, sedangkan file inaktif dipindahkan ke folder tersendiri yang lebih tertata. Dokumen bernilai sejarah sebaiknya dipertahankan dengan format dan cadangan yang tahan lama.

Intinya

Memahami perbedaan ini membantu lembaga memutuskan dokumen mana yang harus tetap mudah diakses, mana yang bisa disimpan lebih jauh, dan mana yang layak dilestarikan. Hasilnya adalah ruang penyimpanan yang lebih efisien dan arsip yang lebih terkelola.

Contoh pada sekolah

Di sekolah, surat dan laporan tahun ajaran berjalan termasuk arsip aktif karena sering dibuka. Setelah beberapa tahun, dokumen itu jarang diperlukan sehingga masuk kategori inaktif dan dipindahkan ke folder terpisah. Sementara dokumen seperti piagam pendirian sekolah atau foto upacara peresmian dapat dianggap bernilai kesejarahan dan dilestarikan dalam jangka panjang.

Pertanyaan yang sering muncul

Siapa yang menentukan sebuah arsip aktif atau inaktif? Penentuannya mengacu pada jadwal retensi yang berlaku di lembaga dan ketentuan perundang-undangan. Apakah arsip inaktif boleh dibuang? Tidak langsung. Pemusnahan harus melalui prosedur resmi, termasuk penilaian dan pencatatan.

Apakah dokumen digital ikut diklasifikasikan seperti ini? Ya. Perlakuannya mengikuti nilai dan masa simpan dokumennya, bukan bentuk fisiknya.